Jika Anda tiba-tiba berada di tengah indahnya Liliuokalani Gardens, mungkin akan mengira sedang berada di Jepang. Ya, taman ini akan mengecoh pengunjungnya. Dengan desain khas negeri sakura wisatawan akan lebih merasa berada di Jepang daripada di Hawai.

Taman yang namanya diambil dari nama Ratu Hawai di masa lalu itu dibangun untuk menghormati imigran Jepang yang bekerja di ladang gula. Terletak di Hilo’s Banyan Drive, taman ini terhampar di tanah seluas 12 hektar. Pembangunannya dimulai pada tahun 1917 dan kini menjadi salah satu objek wisata populer di Hilo. Tidak hanya itu, Liliuokalani Gardens juga diklaim sebagai taman dengan gaya edo (edo style garden) terbesar di luar Jepang.

Menurut beberapa publikasi, edo style garden berkembang selama Periode Edo yakni 1615-1867). Pada masa ini meluaslah penggunaan jenis baru arsitektur Jepang yang disebut sukiya-zukuri yang berarti ‘bangunan yang berdasarkan selera’. Pada awalnya gaya arsitektur ini diterapkan pada rumah-rumah sederhana para prajurit dan biksu Budha. Namun khusus para periode Edo digunakan kedalam setiap bangunan baik rumah maupun istana. Gaya edo menonjolkan sisi kesederhanan dengan rumah yang didesain sedemikian rupa agar pandangan sang empunya bisa menyisir semua sudut taman. Hal ini bertujuan agar si pemilik merasa sedang berada di tengah alam bebas. Tamannya ditata menyerupai lanskap alam dengan ‘bukit’ dan ‘gunung’ serta ‘jembatan’.

Seperti halnya taman-taman Jepang, Liliuokalani Gardens dilengkapi dengan kolam yang tenang dan jembatan melengkung. Gazebo plus pohon wilow, azalea, bambu dan rumput yang menghijau akan menjadi pemandangan yang akan kita nikmati selama mengunjungi Liliuokalani. Keunikan Liliuokalani Gardens ternyata bukanlah tanpa cerita kelam. Taman ini pernah hancur akibat gelombang pasang pada 23 Mei 1960 hingga akhirnya dibangun kembali. Pada tahun 1968 dalam rangka memperingati 100 tahun Gannen-mono – imigran pertama Jepang yang bekerja sebagai buruh perkebungan gula – dipasanglah 13 lentera batu dan dua batu singa di gerbang. Benda-benda itu disumbangkan oleh gubernur prefektur di Jepang dimana imigran itu berasal.

Saat mengunjungi taman ini Anda akan melihat beberapa warga yang sedang berlatih taichi dan pengunjung lainnya menikmati ketenangan Liliuokalani Gardens. Taman ini juga dilengkapi dengan teahouse. Pada tahun 1972 Urasenke Tea Ceremony Foundations of Kyoto menyumbangkan sebuah teahouse. Sayangnya, pada tahun 1994 bangunan ini rusak. Beruntung 3 tahun kemudian sebuah teahouse kembali dibangun.

Oya, bagi pengunjung yang sudah berkeliling melihat dari dekat keindahan Liliuokalani Gardens bisa meneruskan perjalanan ke Coconut Island yang terletak tak jauh dari tempat ini. Jika Anda membawa anak-anak sebaiknya siapkan perlengkapan piknik dan baju renang agar mereka bisa sepuasnya bermain air.

Liliuokalani Gardens dibuka untuk umum sejak pukul 7 pagi hingga 5 sore tanpa tiket masuk alias gratis. Khusus pada hari Natal dan tahun baru, taman ini tutup. Untuk mencapai tempat ini Anda bisa menumpang taksi atau menyewa kendaraan roda empat.

Hilo masih menyimpan banyak destinasi wisata seperti Panaewa Rainforest, Akaka Falls dan Richardson Beach Park.

Selama berada di Hilo Anda bisa menginap di Hilo Seaside Hotel, Naniloa Volcanoes Resort dan Castle Hilo Hawaiian Hotel.

Peta lokasi View Larger Map

Rujukan sarana wisata di Yogyakarta : info sewa mobil di Yogyakarta

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • kolam renang nambo

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,